Tencent Batasi Umur Gamer Bikin Orangtua Gembira

Weitekno.Blogspot.Com - Tencent akan memperketat identifikasi player yg akan bermain di game protesis mereka. Mereka akan membatasi umur gamer dan memastikan database mereka sahih-sahih orisinil.

Raksasa teknologi berasal Cina itu bersiap memakai sistem verifikasi terbaru untuk mempelajari bukti diri pemain mereka. Sistem yg dipakai pada Tencent sudah bekerja sama menggunakan database milik kepolisian Cina.

>Itu akan menyulitkan anak-anak bila mereka ingin memalsukan data bukti diri.

Sistem ini baru diterapkan pada Cina & Tencent akan memberlakukan restriksi umur gamer, terutama bagi mereka yang di bawah umur.

Baca Juga

  • 5 Players Asal Indonesia Ini Bikin Gamers Dunia Ketar - Ketir

  • 7 Selebriti Kelas Dunia Ini Ternyata Gamers Sejati Lho

  • Teaser Honor Magic dua Meluncur, Kamera Slider buat Para Gamer

  • Habiskan Rp 144 Juta, Gamer FIFA Menyesal

Tencent mengaplikasikan sistem baru ini dalam 10 judul game di tahun 2018.

Semua game buatan Tencent dibutuhkan akan memakai peraturan ini pada tahun 2019.

PUBG Mobile. (Twitter/@PUBGMOBILE)
PUBG Mobile besutan Tencent. (Twitter/ PUBGMOBILE)

 

Game yang akan mendapatkan peraturan verifikasi umur termasuk PlayerUnknown’s Battlegrounds dan League of Legends pada termin awal.

Awal tahun ini, Tencent diketahui membatasi gamer Honor of King pada bawah usia 12 tahun. Pemain dengan usia tadi hanya boleh bermain hingga satu jam per hari.

Mereka yg berusia antara 12 & 18 tahun diberi dua jam ketika bermain.

Sistem baru menurut Tencent ini menciptakan perubahan sedikit pada durasi saat bermain.

Peraturan baru masih menciptakan gamer pada bawah 12 tahun bermain sampai 1 jam per hari. Sementara gamer berusia 13 hingga 18 tahun boleh bermain selama dua jam.

Peraturan baru akan mengaktifkan adanya ''jam malam'' yg mulai berlaku saat jam 9 malam. Ketika memasuki jam tersebut, gamer di bawah umur tidak akan sanggup bermain game.

AoV/Comicbook
Game AoV besutan Tencent. (AoV/ Comicbook)

 

Dikutip dari The Verge, peraturan ini datang dari friksi pemerintah Cina. Presiden Xi Jinping menerangkan bahwa banyak anak yang mengalami rabun dekat selesainya terlalu usang bermain game.

Media yg dikelola sang negara Cina, People's Daily, bahkan menjelaskan game AoV (Arena of Valor) besutan Tencent sebagai ''racun''.

Game tersebut diketahui membuat anak-anak pada Cina membolos sekolah & ketagihan bermain game seluler.

Wah, sepertinya peraturan Tencent batasi umur gamer tadi akan menciptakan para orangtua di Cina sanggup membatasi anak mereka dalam bermain game secara lebih efektif.

Comments

Popular posts from this blog

Pemain InYourDream Dikabarkan Hengkang dari Skuat Tigers

Gameloft Umumkan Kehadiran Overdrive City Bangun Kota Mobil Impian Kamu

Tahun Depan Ada Konsol Game Baru Penjualan PlayStation 4 Malah Melejit