Hoaks Pelaku Penembakan di Selandia Baru Tidak Terinspirasi dari Game
Weitekno.Blogspot.Com - Dalam laporan modern kepolisian setempat (15/03/2019), masih ada 49 orang tewas pada penembakan dua masjid pada Christchurch tengah, Selandia Baru, pada hari Jumat. Media besar asal Australia dan Selandia Baru langsung mengembuskan berita bahwa sang teroris, Brenton Tarrant, terinspirasi berdasarkan game PUBG atau Fortnite.
Hal tadi disinyalir lantaran Tarrant melakukan live streaming misalnya para gamer melakukannya ketika bermain game PUBG atau Fortnite.
Ternyata masih ada mispersepsi mengenai manifesto berjudul The Great Replacement yang diunggah sang Brenton Tarrant.
Sebelumnya, artikel kami yang bersumber dari Sidney Morning Herald (SMH) menyampaikan bahwa Tarrant terinspirasi menurut game Fortnite dari istilah-ucapnya.
Baca Juga
Bukan Game Gratis, Ini Harga Stardew Valley Versi Android
Gelar Resepsi Pernikahan Ala Legends of Zelda, Pasangan Gamer Lakukan Ini
Anak Sekarang Mana Tahu, 7 Keseruan yg Cuma Dialami Gamer Zaman Dulu
Siap Rilis, Sekiro: Shadows Die Twice Goda Gamer menggunakan Trailer Ini

Kini sebagian akbar menurut media Australia dan Selandia Baru sudah menarik dan menghapus kata tersebut lantaran terjadi mispersepsi.
Berdasarkan manifesto asli Brenton Tarrant yang bersumber menurut Nex 24, dia mengaku mengenal game-game tersebut tetapi menambahkan istilah ''No'' yg berarti bahwa ia nir terinspirasi berdasarkan game tersebut.
Dalam manifestonya, masih ada sebuah pertanyaan yang berbunyi ''Apakah engkau diajari kekerasan & ekstremisme melalui permainan video, musik, sastra, film?''
Jawaban menurut Tarrant adalah ''Ya, Spyro the dragon 3 mengajari saya etno-nasionalisme. Fortnite melatih saya sebagai pembunuh dan melakukan gaya pamer pada depan mayat musuh aku . Tidak''.

Ia jua mengaku bahwa waktu belia dulu beliau adalah seorang komunis. Akhirnya ia sebagai seseorang anarkis & terakhir menjadi eco-fasis.
Tarrant mengaku membenci mereka yg tidak secara etnik masuk ke budaya Eropa atau kulit mulus.
Itulah yg mendasari beliau melakukan penyerangan sebagai akibatnya menyebabkan puluhan muslim meninggal karena terkena tembakan.
Dengan adanya screenshot berdasarkan manifesto Tarrant ini kita bisa mengetahui bahwa beliau sebenarnya memahami game tadi (Fortnite), tetapi nir terinspirasi.
Comments
Post a Comment