Kenalkan Profesi Apoteker ke Anak Mahasiswa UGM Garap Game Meet Pharmy

Weitekno.Blogspot.Com - Ada poly pekerjaan yg belum dikenal anak-anak, galat satunya merupakan profesi apoteker. Untuk itu, mahasiswa UGM berbagi game Meet Pharmy untuk mengenalkan profesi ini ke anak.

Dengan game mobile ini, mahasiswa UGM ingin lebih mengenalkan profesi apoteker ini menggunakan lebih ceria buat anak-anak.

''Melalui aplikasi permainan ini kita coba untuk mengenalkan profesi apoteker, menumbuhkan minat, dan wawasan anak-anak terhadap profesi apoteker,'' jelas Ris Heskiel Najogi Sitinjak, mahasiswa Fakultas Farmasi yang menjadi keliru satu pengembang aplikasi Meet Pharmy, waktu konferensi pers di Humas UGM, Rabu (15/5).

Aplikasi tadi dibentuk bersama dengan rekan-rekannya di Fakultas Farmasi yakni yaitu Shinta Diva Ekananda, Wahyunanda Crista Yuda, Muhammad Fikri Abdillah, & Muhammad Sulhan Hadi, serta Luh Rai Maduretno Asvinigita, Lutfiana Pasebhan Jati menurut Sekolah Vokasi & Laksa Ersa Anugratama menurut Fakultas Peternakan.

Baca Juga

  • Hype Abis, Begini Meriahnya Gelaran Mahakarya 2019 Sekolah Vokasi UGM

  • Sambut Mahasiswa Baru, Sekolah Vokasi UGM Gelar Mahakarya 2019

  • Jadi Pelopor, Fakultas Teknik UGM Kembangkan Printer 3D

  • Manfaatkan Komponen Lokal, UGM Buat Mesin Pencacah Plastik Berdaya Rendah

  • Solusi Mati Listrik, Mahasiwa UGM Kembangkan Lampu Darurat Hemat Energi

Najogi menyampaikan aplikasi Meer Pharmy telah dikembangkan semenjak bulan November 2018 lalu. Melalui pelaksanaan permainan ini mereka mencoba mengenalkan profesi apoteker, terutama pada anak-anak usia 2 hingga 14 tahun.

Mahasiswa UGM kembangkan game Meet Pharmy. (dok. UGM)
Mahasiswa UGM kembangkan game Meet Pharmy. (dok. UGM)

 

''Anak-anak dalam usia tersebut sudah sangat familiar menggunakan smartphone sehingga kami memanfaatkan piranti tadi buat menumbuhkan minat dan wawasan anak terhadap profesi apoteker melalui game Meet Pharmy,'' urainya.

Lewat pelaksanaan game mobile ini mereka berusaha mentransfer keterangan kesehatan dalam anak-anak, khususnya komunikasi apoteker dengan pasien. Anak-anak akan diajak buat mencicipi pengalaman berkonsultasi menggunakan seseorang apoteker bernama Pharmy.

''Pharmy akan memberikan resep dan juga menyebutkan pentingnya menjalankan gaya hayati sehat supaya tidak mudah terserang penyakit,'' tuturnya.

Meet Pharmy memiliki sejumlah fitur mencakup tiga perkara penyakit sederhana yakni batuk, pilek, serta demam yg kerap dialami anak-anak. Selain itu dilengkapi jua dengan fitur modul buat orang tua yg memuat warta seputar penyakit yg tersaji.

Wahyunanda menambahkan pihaknya terus melakukan pengembangan pelaksanaan ini. Salah satunya menggunakan penambahan bahasa baru pada pelaksanaan ini.

Game Meet Pharmy. (dok. UGM)
Game Meet Pharmy. (dok. UGM)

 

Jika sebelumnya aplikasi hanya tersedia pada bahasa Inggris, tetapi ketika ini telah ditambahkan bahasa Indonesia didalamnya.

Tidak hanya itu, desain sajian utama jua dibuat lebih atraktif. Disamping itu pula terdapat pembaharuan beberapa tampilan scene gambar, bahasa perintah pada permainan lebih singkat, serta penyempurnaan langkah-langkah permainan.

"Meet Pharmy telah sanggup diunduh di Google Play Store," ujarnya.

Aplikasi ini tidak hanya menghadirkan permainan edukatif bagi anak-anak, namun juga berhasil menghantarkan kedelapan mahasiswa tadi meraih medali perak pada World Young Inventor Exhibition pada International Invention, Innovation & Technology Exhibition (ITEX) 2019 di Malaysia pada tanggal 2-4 Mei 2019. Sebelumnya juga menerima medali emas dari kategori Medicine and Public Health pada Thailand Inventors’ Day 2019 dalam dua-6 Februari di Bangkok.

Itulah game Meet Pharmy larya mahasiswa UGM yang dikembangkan buat mengenalkan profesi apoteker ke anak-anak. Yuk game mobile ini!

Comments

Popular posts from this blog

Pemain InYourDream Dikabarkan Hengkang dari Skuat Tigers

Gameloft Umumkan Kehadiran Overdrive City Bangun Kota Mobil Impian Kamu

Gamer Disabilitas Ini Pecahkan Rekor Dunia Bermain Game dengan Mulut