Meski Dianggap Absurd Game Pengganti PUBG Laris Manis di China

Weitekno.Blogspot.Com - Game PUBG diketahui telah resmi dihentikan sang pemerintah China mulai kuartal ke 2 2019. Tencent akhirnya mengakalinya menggunakan meluncurkan game pengganti PUBG yg diberi judul Game For Peace.

Meski sebelumnya diprotes oleh penggemar dan dipercaya absurd, game pengganti PUBG tersebut justru laku manis.

Game PUBG yg berisi gambar mayat dan jua darah sudah ditolak oleh pemerintah China.

Developer sebelumnya memodifikasi rona darah sebagai rona hijau buat menghindari aturan.

Baca Juga

  • Terlalu, Pengantin Pria Ini Sibuk Main PUBG Mobile Saat Pesta Pernikahan

  • Main PUBG 6 Jam Nonstop, Remaja Ini Alami Serangan Jantung

  • Saingi PUBG Mobile, Call of Duty Mobile Hadirkan Mode Battle Royale

  • Jatuh Cinta menggunakan Teman Main PUBG, Ibu Muda Ini Minta Cerai

Tetapi panduan yg baru secara efektif menyingkirkan variasi rona darah.

Pemerintah China khawatir game-game tersebut akan mempromosikan kekerasan atau menyimpang berdasarkan ideologi negara.

Banyak pengguna Weibo yg menganggap ini adalah propaganda lelucon yang dituangkan di pada game.

Karakter yang mati akan mengeluarkan efek warna selain merah dan melambaikan tangan setelah mati. (YouTube/ Gaming Mobile)
Karakter yg tewas akan mengeluarkan imbas rona selain merah & melambaikan tangan setelah mati. (YouTube/ Gaming Mobile)

 

Mereka menilai bahwa game tadi lucu & absurd lantaran menampilkan "mayat" yang mampu hidup balik dan berdiri dan melambaikan tangan.

Meski diprotes dan dikritik, nyatanya, puluhan juta pemain PUBG lama di China telah beralih ke Game For Peace (mungkin karena tidak ada pilihan game lain).

Dikutip dari Gizmochina, Tencent baru saja merilis pendapatan mereka dari game berjudul Game For Peace.

Judul game baru tadi laku cantik dan berhasil menghasilkan pendapatan sebanyak 70 juta dolar Alaihi Salam atau hampir Rp 1 triliun dalam bulan Mei 2019 saja.

Game of Peace menggunakan gameplay yang hampir sama dengan PUBG. (YouTube/ Gaming Mobile)
Game of Peace menggunakan gameplay yang hampir sama menggunakan PUBG. (YouTube/ Gaming Mobile)

 

Menurut laporan menurut Sensor Tower, game PUBG (dunia) beserta menggunakan Game for Peace (China) telah meraup pendapatan total sebesar 146 juta dolar AS atau Rp dua,1 triliun pada bulan Mei 2019.

Game For Peace yg mempunyai gameplay yang hampir sama menggunakan PUBG dianggap sebagai faktor bertenaga mengapa game tadi diterima pada China.

Hal yang mendasar menurut game pengganti PUBG hanya terletak dalam gambar rona darah dan nir adanya mayat pada pada game.

Comments

Popular posts from this blog

Pemain InYourDream Dikabarkan Hengkang dari Skuat Tigers

Gameloft Umumkan Kehadiran Overdrive City Bangun Kota Mobil Impian Kamu

Gamer Disabilitas Ini Pecahkan Rekor Dunia Bermain Game dengan Mulut