Dampak Perang Dagang AS-China Tiga Perusahaan Game Ini Kompak Nego Tarif

Weitekno.Blogspot.Com - Sony, Microsoft, dan Nintendo boleh saja saling bersaing perang konsol game. Namun ketiganya sekarang kompak bahkan akur pada satu hal.

Yaitu kompak dan akur pada melakukan nego tarif bea masuk ke pemerintah Amerika Serikat (AS). Hal ini imbas dari perang dagang AS - China yg makin berlarut-larut.

Semenjak perang dagang AS - China makin memanas, banyak pihak yang akhirnya merasakan dampaknya. Termasuk tiga penghasil konsol game ternama ini.

Sony, Microsoft, & Nintendo menghasilkan konsol game mereka di China. Ketiganya melobi supaya pemerintah Alaihi Salam menyelidiki ulang bea masuk konsol game.

Baca Juga

  • Persaingan Makin Panas, PlayStation 5 Disebut Lebih Kuat berdasarkan Xbox Scarlett

  • Apakah Gamer Bau? Sampai Microsoft Hadirkan Parfum Xbox

  • Baru Terungkap, Konsol Game Sega Tahun 1990 Pernah Dirakit pada Indonesia

  • Baru Muncul, Konsol Soulja Boy Ditarik menurut Pasaran

Mengutip menurut Kotaku.Com, konsol game termasuk barang yang mendapatkan tarif bea masuk 25 % jika diimpor berdasarkan China. Hal ini merupakan dampak menurut perang dagang Alaihi Salam - China.

Padahal 96 % konsol game yg diimpor AS dibentuk pada China. Termasuk PlayStation 4 milik Sony, Xbox One milik Microsoft, & Nintendo Switch.

Pada 17 Juni 2019 kemarin, ketiga perusahaan game ini kompak manunggal mengirimkan surat kepada pemerintah AS agar mempelajari ulang tarif 25 persen ini.

Tiga perusahaan konsol game. (HiTekno.Com)
Tiga perusahaan konsol game. (HiTekno.Com)

 

Jika tarif sebanyak tersebut, tiga perusahaan ini risi jika konsumen wajib menangguh harga konsol game yang lebih mahal dibandingkan ketika ini.

Perwakilan perusahaan tadi juga berkata bila tidak mudah memindahkan produksi konsol game berdasarkan China. Berbeda dengan smartphone yg beberapa telah bubut ke luar China.

"Investasi rantai pasokan konsol game telah dikembangkan pada China bertahun-tahun oleh perusahaan & mitra kami," kata perwakilan perusahaan game tadi seperti dimuat Kotaku.Com.

Dengan tarif yg baru ini, disebut-sebut akan berdampak dalam jaringan produksi konsol game pada China. Dan makin ditakutkan bila membengkaknya porto wajib ditanggung konsumen.

Ilustrasi main game di PlayStation 4. (Unsplash/ Ion ipilov)
Ilustrasi main game di PlayStation 4. (Unsplash/ Ion ipilov)

 

"Ini dapat menyebabkan gangguan rantai pasokan yang signifikan untuk mengalihkan sumber sepenuhnya ke AS atau negara ketiga, & itu akan menaikkan biaya - bahkan pada luar biaya tarif yg diusulkan - untuk produk yang telah diproduksi pada margin yg ketat," lanjutnya.

Di pihak pemerintah Alaihi Salam sendiri masih jelas belum memahami kapan memeberlakukan tarif baru. Namun planning ini sudah mencuat sejalan memanasnya perang dagang AS - China.

Kejelasan tarif bea masuk konsol game ini diduga akan lebih kentara setelah KTT G20 yg berlangsung pada Osaka, Jepang nanti.

Kita tunggu saja kelanjutan perang dagang AS - China ini akan berdampak sampai mana. Apakah harga konsol game di Alaihi Salam nanti akan berdampak pada negara lain jua?

IBF - Perang Dagang AS - China: Akibatnya Untuk Indonesia [Part 6]

Comments

Popular posts from this blog

Pemain InYourDream Dikabarkan Hengkang dari Skuat Tigers

Gameloft Umumkan Kehadiran Overdrive City Bangun Kota Mobil Impian Kamu

Tahun Depan Ada Konsol Game Baru Penjualan PlayStation 4 Malah Melejit