Namanya Terseret di Kasus Pornografi Anak Ini Lima Fakta Game Online Hago
Weitekno.Blogspot.Com - Game online Hago diketahui sudah terseret namanya pada kasus pornografi anak. Kementerian Komunikasi & Informatika (Kemkominfo) RI merespons tindakan pornografi anak yang dilakukan melalui pelaksanaan game online Hago dan melakukan koordinasi dengan perusahaan game tadi.
Dilansir berdasarkan Suara.Com, sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sudah menangkap pelaku berinisial AAP (27).
Pelaku tersebut ditangkap atas tindak pidana pornografi anak dengan menyalahgunakan pelaksanaan game online.
Ia menjalankan dan memulai aksinya memakai aplikasi game online Hago.
Baca Juga
Berhadiah Total Rp 10 Miliar, Hago Rilis Game Collect Cards di Indonesia
Demi Main Game Online, Anak Bos Rela Jadi Office Boy di Kantor Ayahnya
Ketemu pada Game Online, TKW Ini Sukses Nikahi Bule Ganteng
Bahaya, Ini yg Akan Terjadi apabila Gunakan Cheat Game Online
Terdapat 10 anak yang menjadi korban tindakan pornografi sang AAP.
Modus yang dilakukan sang pelaku adalah mendaftarkan diri sebagai pemain pada akun Hago.
Ia lalu menentukan targetnya menurut kalangan anak-anak perempuan usia pada bawah 15 tahun.
Mendadak heboh, berikut 5 kabar game online populer Hago:
1. Game online menggunakan pertumbuhan signifikan.

Game online Hago dirilis pada 23 Maret 2018 dan pribadi menerangkan pertumbuhan yg siginifikan pada kurun waktu setahun.
Setelah perilisan, game online tadi pribadi diiklankan secara masif menggunakan iming-iming bantuan gratis fantastis.
Promosi di atas berjalan relatif manjur karena waktu ini, game online Hago telah diunduh lebih menurut 100 juta kali.
Bahkan, Hago berhasil menduduki status game dengan peringkat #1 Top Grossing pada Google Play Store.
2. Berhadiah miliaran
![Catch Hago Monster, [Hago]](https://media.hitekno.com/thumbs/2019/07/31/21158-fakta-game-hago/o-img-21158-fakta-game-hago.jpg)
Game menggunakan slogan "Main Game, Cari Teman" ini sangat ekspansif pada awal peluncurannya.
Salah satu game interaktif dalam aplikasi Hago, Catch Hago Monster, mengiming-imingi bantuan gratis miliaran rupiah dalam kompetisi awalnya.
Kontes Catch Hago Monster yg diselenggarakan dalam 4-12 November 2018 menciptakan pemainnya mendapatkan kesempatan memperoleh bantuan gratis misalnya smartphone, bingkisan menarik, serta hibah lainnya yg diklaim hingga miliaran rupiah.
3. Diiklankan dan diikuti oleh poly artis & selebgram.
![Catch Hago Monster dimainkan oleh para artis. [Suara.Com/ Hago]](https://media.hitekno.com/thumbs/2019/07/31/61871-fakta-game-hago/o-img-61871-fakta-game-hago.jpg)
Sangat ekspansif, game online Hago dipromosikan oleh publik figur populer sehingga menarik perhatian.
Beberapa paras populer yang terlihat memainkan permainan ini, seperti Ria Ricis (@riaricis1795), Salshabila (@salshabillaadr), Jessica Iskandar (@inijedar), Syahnaz (@syahnazs), & sejumlah figur ternama lainnya.
Salah satu gamer terkenal di Instagram, Afif Yulistian (@apiipp), pula ikut mengenalkan fitur-fitur game online Hago, terutama Catch Hago Monster yang berbasis teknologi AR.
4. Indonesia sebagai pasar krusial Hago.

Menurut riset, Indonesia diperkirakan mempunyai lebih dari 60 juta pemain game mobile.
Jumlah tersebut dipercaya akan terus bertumbuh mencapai 100 juta pemain dalam tahun 2019-2020.
Pihak Hago sendiri melalui perwakilannya, Cyra Capanzana (Hago Regional Business Development) SEA menyampaikan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat strategis bagi pengembangan game milik mereka.
"Indonesia adalah pasar yg sangat strategis bagi kami. Dengan menargetkan populasi urban yg bertumbuh pesat, besarnya potensi industri gaming dan basis pengguna kami yg besar , game ini membawa pengalaman gaming yg imersif menggunakan teknologi augmented reality yg menyenangkan & gampang dimainkan", ujar Cyra melalui keterangan resminya.
5. Mulai dibatasi fiturnya.
![Hago meluncurkan game Lipstick Challenge. [Hago]](https://media.hitekno.com/thumbs/2019/07/31/33303-fakta-game-hago/o-img-33303-fakta-game-hago.jpg)
Memasuki kuartal kedua tahun 2019, Hago dihantam berita tak sedap.
Laporan orang tua korban terkait masalah pornografi anak dalam 26 Juni 2019 membuat nama Hago ikut tersorot.
Berkat koordinasi menggunakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), beberapa fitur terkait dengan pembagian nomor ponsel akan dibatasi.
Sebelumnya, pelaku kasus pornorafi anak, AAP, mendekati korban dan meminta nomor ponsel buat lalu melakukan video call melalui aplikasi WhatsApp.
Kini, waktu pengguna Hago ada yg meminta nomor HP atau pengiriman foto, maka secara otomatis Hago menggagalkannya.
Comments
Post a Comment